Bahasa Jepang dalam belanja

 

Pada kesempatan kali ini, saya akan membagi cara menanyakan harga dan cara membeli dalam bahasa Jepang.

 

Pembeli ;

Indonesia     : Saya ingin melihat benda itu (sambil menunjuk barang)

Jepang           : Sore wo misete kudasai

日本語          : それ

みせて
ください

 

Penjual ;

Indonesia     : Tolong tunggu sebentar

Jepang           : chotto matte kudasai

日本語          : ちょっと  まって  ください

 

Pembeli ;

Indonesia     : Barang ini harganya berapa ?

Jepang         :  Kore wa ikura desu ka ?

日本語          :  これ

いくら
ですか

 

Penjual ;

Indonesia      : 10,000 yen

Jepang           : ichi man yen

日本語       : いちまん

 

Pembeli ;

Indonesia     : Baik saya ambil yang itu

Jepang          : sore wo kudasai ?

日本語       : それ

ください

 

Pembeli ;

Indonesia     : Mahal ya ?

Jepang          : Takai desu ne ?

日本語          :  たかい
です
ね?

 
 

Pembeli ;

Indonesia     : saya tidak mau

Jepang          : sore wa iri masen

日本語          :  それは
いり
ません

 

Advertisements

Perjalan “Seishun Juhachi Kippu” Bagian 1

Pernahkah anda bayangkan mengitari Jepang dengan menggunakan kereta ekonomi ?  Sebagai negara maju, di Jepang melintang jalur kereta api dari utara (Hokkaido) hingga selatan Jepang (Fukuoka). Kereta yang akan dibahas di sini adalah kereta ekonomi bukan kereta cepat (Bullet train )atau dalam bahasa jepang disebut dengan Shinkanshen. Di jepang terdapat suatu tiket kereta ekonomi yang sangat unik dan “murah” namanya seishun juhachi kippu. Juhachi atinya 18 dalam bahasa Jepang dan Kippu artinya tiket. Harganya 11,500 ¥ berlaku untuk 5 hari perjalanan  (untuk satu orang) atau bisa juga untuk 5 orang dalam satu hari menggunakan kereta ekonomi kemanapun anda mau di sekitar Jepang. Image

 

 

Saya menggunakan tiket tersebut untuk perjalan “random” saya.  Dari daerah Tohoku (timur laut) Jepang hingga ke Nagoya (bagian selatan jepang).  Perjalanan hari pertama dari Tohoku Fukushidaimae station, pada tanggal 20 Maret 2014. Karena menggunakan kereta ekonomi, perjalanan ini cukup melelahkan, karena saya harus berpindah-pindah kereta. Perjalanannya seperti ini Tohoku Fukushidaimae-Sendai Station-Fukushima-Koriyama-Kuroiso-Utsonomiya-Ueono-Tokyo. Setiap tanda “-” artinya  berganti kereta. Perjalanan kurang lebih menghabiskan waktu 8 Jam. kemudian saya mencari “Warnet” untuk bermalam di daerah Shinjuku. Oh iya di Jepang terdapat Internet Cafee yang cukup luas dan privat, kita bisa tidur di dalamnya. Biaya yang harus dibayar dari Jam 21.00 hingga 4.00 sekitar 1,300 ¥. 

 

Hari kedua, perjalan menuju Nagoya dari stasius Tokyo untuk mengunjungi Toyota Automobile Museum. Kira-kira perjalan yang dilalui sebagai berikut Tokyo – Atami – Numazu – Shizuoka – Hamamatsu – Toyohashi – Nagoya. Perjalanan ini membutuhkan waktu kurang lebih 7 jam dengan menggunakan kerea ekonomi. di Museum ini terdapat mobil-mobil khususnya buatan Jepang dan juga sejarah perkembangan mobil dari jaman dahulu hingga sekarang. Musium ini sagat saya rekomendasikan deh buat yang mau berlibur ke Jepang. Tiket masuk musium ini 1,000 ¥ .

 

Image

 Salah satu koleksi yang paling dibanggakan oleh pihak musium adalah mobil komersial Toyota pertama. Pada mulanya merk mobil Toyota adalah toyoda.  Alhamdulillah saya dapat berpose di depan mobil komersial Toyota pertama, setelah bersusah payah dengan bahasa jepang seadanya untuk meminta tolong Tour Guide nya mempoto saya hihihihi

Image

 

Mobil-mobil jaman dahulu banyak sekali di sana, oh iya semua mobil yang dipamerkan umumnya masih bisa bergerak loh, namun kalau anda berkunjung ke sana, mohon patuhi tata tertibnya ya, seperti dilarang menyentuh mobil.Image